Kamis, 28 Juli 2016

Ini Naskah Khutbah Iblis Yang Menggetarkan Hati Manusia






Ilustrasi Iblis Khutbah. DOK. Sholihah.web.id 

 Ketika hari penghisapan telah selesai, ketika kaum mukminin hendak di masukan Allah ke dalam Surga-Nya, dan Ketika para Malaikat mengiring orang-orang kafir ke dalam neraka jahannam. Maka pada saat itu Iblispun berdiri… Iblis berkhutbah di atas mimbar yang terbuat dari api yang menyala nyala.


Khutbah yang semakin menambah kesedihan bagi para pengikut pegikutnya, Khutbah yang mengalirkan air mata penyesalan, Khutbah yang benar-benar telah menyadarkan mereka akan kesalahan-kesalahan dulu semasa di dunia mereka perbuat.


Khutbah tersebut disampaikan oleh Iblis kepada para pengikutnya pada di saat yang sangat menegangkan…tatkala mereka pertama kali hendak memasukan kakinya kedalam panasnya api neraka…tatkala mereka pertama kali melihat kobaran api Neraka yang menyala nyala yang siap membakar tubuh mereka…!!!



Khutbah Iblis tersebut di abadikan Allah dalam QS Ibrahim ayat 22 :


وَقَالَ الشَّيْطٰنُ لَمَّا قُضِىَ الْأَمْرُ إِنَّ اللَّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدتُّكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ ۖ وَمَا كَانَ لِىَ عَلَيْكُم مِّن سُلْطٰنٍ إِلَّآ أَن دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِى ۖ فَلَا تَلُومُونِى وَلُومُوٓا۟ أَنفُسَكُم ۖ مَّآ أَنَا۠ بِمُصْرِخِكُمْ وَمَآ أَنتُم بِمُصْرِخِىَّ ۖ إِنِّى كَفَرْتُ بِمَآ أَشْرَكْتُمُونِ مِن قَبْلُ ۗ إِنَّ الظّٰلِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ



- Wa Qalla Syaithonu, Lamma qadiyal amru : dan berkatalah iblis, ketika perkara hisab telah di selesaikan.
- Innallaha wa ‘adhakum wa’dal haqqi : Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian janji yang benar
- Wa wa ‘attukum fa akhlaftukum : dan akupun telah menjanjikan kepada kalian tetapi aku menyalahinya.
- Wamaa kaana liya ‘alaikum min shulthonin : sekali-kali tidak ada kuasa (kekuasaan) bagiku terhadap kalian
- Illa an da ‘autukum fastajabtum li : Kecuali aku (sekedar) menyeru kpd kalian lalu kalian mematuhi seruanku.
- Falaa taluumunii Wa luumuu angfusakum : oleh sebab itu janganlah kalian mencercaku akan tetapi cercalah diri kalian sendiri sekali-kali
- Maa ana bi mushrikhikum wamaa antum bi musrikhiyy(a): Aku sekali-kali tidak dapat menolong kalian dan kalian pun sekali-kali tidak dapat menolongku
- Inni kafartu bima asyra’tumuni Min qablu : Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatan kalian yang mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu

- Innaz zalima lahum adzabun alim : ". Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih".
(QS Ibrahim : 22)



Demikianlah khutbah Iblis yang menyayat hati….


Setelah iblis berhasil menggoda manusia…setelah iblis berhasil mengelincirkan manusia…setelah iblis berhasil menjerumuskan manusia ke dalam panasnya api neraka. Lalu Iblis-pun berlepas diri dari para pengikutnya. Ia sama sekali tidak mau bertanggung jawab atas ajakan dan godaan-godaan yang dulu dia lakukan.


Bahkan iblis sama sekali tidak mau disalahkan, iblis tidak mau di cela, iblis tidak mau di cerca…akan tetapi ia menyuruh mereka sendiri (para pengikut2nya) untuk mencela diri mereka sendiri… iblis bahkan mengaku sejak dulu ia-pun telah kufur, telah ingkar terhadap kesyirikan yang dilakukan oleh para pengikutnya…


Yang lebih menjadikan para pengikutnya bersedih ialah di saat Iblis menutup khutbahnya dengan berkata : Innaz zalima lahum adzabun alim. "Sesungguhnya orang-orang zalim mendapatkan siksaan yang pedih” Iblis justru mencela, iblis justru mencerca dan menghina para pengikut pengikutnya sendiri, naudzubillah min dzalik


Sungguh, hari itu adalah hari dimana kehinaan menjadi pakaian mereka, penyesalan dan kesedihan menyelimuti raut wajah mereka, semoga kita tidak pernah mendengar khutbah iblis tersebut dan di selamatkan dari panasnya api neraka


Sidang jamaah sholat jum'at rahimakumullah


Lalu apa yang menjadi penyebab manusia di masukan ke dalam api neraka yang panas tersebut ?



Hal ini telah di gambarkan Allah dalam surat Al Araaf 79
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ ءَاذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَآ ۚ أُو۟لٰٓئِكَ كَالْأَنْعٰمِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُو۟لٰٓئِكَ هُمُ الْغٰفِلُونَ






- Wala qad dzara'na li jahannama katsiram minal jinni wal insi : Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia
- Lahum qulubuulla yafqahuuna bihaa : mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah)
- Walahum a'yunulla yubshiruna bihaa : dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah)
- Walahum adzanuulla yasmauuna bihaa : dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah).

- Ulaaika kal an'ami balhum adhol : Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi.
Ulaaika humul ghoofiluun : Mereka itulah orang-orang yang lalai.
(QS. Al A'raaf : 179)



Pada Awal ayat ini Allah swt memberi peringatan kepada umat islam agar memperhatikan setiap amal perbuatanya di dunia, karena mayoritas penghuni/penduduk neraka jahanam adalah dari kalangan jin dan manusia, bahkan dalam surat Al baqarah 24 di jelaskan bahwa bahan bakar utama neraka jahanam adalah batu dan manusia "Fattaqun naral lati waquduhan nasu wal hijarahtu u'idat lil kafirina"


Lalu apa saja penyebabnya, hingga manusia bisa tergelincir kedalam api neraka ?



Ayat di atas menjelaskan bahwa ada 3 sebab yang menjadikan manusia masuk neraka :
1. Mereka di beri qalbu (diberi akal,pikiran dan hati) tapi tidak di gunakan untuk memahami, tidak di gunakan untuk berfikir (yafqahun) tentang kebenaran ayat ayat Allah, hati mereka di tutup oleh kesombongan hingga menolak kebenaran (syariah) yang datangnya dari Allah.





2. Mereka di beri mata tapi engan di gunakan untuk melihat tanda tanda kebesaran Allah, mereka engan membaca Al Quran, mereka tidak sudi mempelajari Al Quran, mereka engan mentadabburi alam semesta ciptaan Allah swt, terlebih lagi mereka juga engan menjalankan aturan (hukum) yang tertera di dalam Al Quran.




3. Mereka juga di beri telinga tapi tidak di gunakan mendengarkan ayat ayat suci Al Quran, telinga mereka tuli ketika diajak mendengarkan kebaikan (Al Khair), telinga mereka sakit ketika mendengar penegakan syariah islam, telinga mereka pekak ketika diajak amar amkruf nahi munkar




"Dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan dan hati; tetapi pendengaran, penglihatan dan hati mereka itu tidak berguna sedikitpun bagi mereka, karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan mereka telah diliputi oleh siksa yang dahulu selalu mereka memperolok-olokkannya".
(QS. Al Ahqaf : 26)



Frase selanjutnya "Ulaika kal an'ami balhum adhol" mereka itu (orang orang yang engan menjalankan hukum Allah) seperti binatang ternak bahkan lebih buruk lagi, lebih jelek lagi, lebih hina lagi, bahkan mereka berbuat kerusakan di mana mana. Sebagai gambaran misalnya bajing jika lapar maka dia akan puas dengan cukup makan satu buah kelapa saja, setelah kenyang dia akan pulang ke rumahnya. namun jika "bajingnya manusia" (ditambah huruf "an" di belakangnya) maka bukan cuma satu pohon kelapa saja yang diambil, tapi pohon kelapanya di tebang, hutan hutannya di gunduli, di bakar, demi nafsu dan keserakahan mereka yang luar biasa. Contoh lainya, seanjing anjingnya anjing jantan mereka jika akan kawin maka akan memilih dengan betinanya, namun manusia (kaum LGBT) malah kawin dengan sesama jenisnya.


Jelas ketika manusia tidak tunduk kepada Al Quran, ketika manusia tidak patuh pada hukum dan Aturan Islam yang terjadi adalah bencana dan kerusakan. dan di akhir ayat tersebut Allah menegaskan "Ulaaika humul ghoofiluun" mereka itu orang yang lalai, lalai akan adanya Azab Allah, lalai akan adanya hari pembalasan, mereka baru tersadar ketika Neraka sudah ada di depan mata mereka, saat itu tangis penyesalan, rintihan permohonan ampun sudah terlambat.




Oleh karena itu, terakhir khotib berpesan




Mari kita berhukum hanya kepada Al Quran dan As Sunnah, bukan pada hukum buatan akal manusia yang jelas kufur dan merusak. masuklah islam secara kaffah dalam bingkai khilafah, tinggalkan dan campakan system demokrasi yang jelas jelas menghancukan negri ini. Jangan jadi orang yang tertipu. tertipu di dunia (diperalat kaum borjuis demi meraup kepentingan mereka) dan tertipu di akhirat (mereka merasa berbuat kebaikan padahal sejatinya kekufuran yang mereka lakukan)


“Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? “Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu orang-orang yang telah KUFUR terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan- amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat.”

(QS. Al Kahfi: 103-105).

Wallahu a'lam

Sumber: Kumpulan Khutbah Ideologis

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Ini Naskah Khutbah Iblis Yang Menggetarkan Hati Manusia

0 komentar:

Posting Komentar